|
Terus berinovasi serta menurunkan harga produknya, membuat JPG Technology berkembang terus. Sebuah peluang usaha bagus di bidang solusi percetakan foto digital dan turunannya. JPG Technology (JPGT), adalah sebuah terobosan baru di era komunikasi serba digital, terutama bagi yang membutuhkan layanan foto digital dengan segala aplikasi dan turunannya. Menyadari permintaan konsumen yang semakin meningkat ini, maka peluang bisnis di bidang photo processing juga semakin meningkat. Menurut Marketing Manager, JPGT, Prio Harry Canaeccara, bisnis di bidang ini tidak mesti dijalankan dengan volume besar dengan heavy investment. Karena itu mereka kemudian melakukan terobosan dengan memberikan peluang bisnis dengan skala yang lebih kecil hingga ke bisnis (home industry) dengan investasi ringan. "Intinya kami yang melakukan penelitian, baik dari teknologi, machinery, bahan baku sampai ke program promosi. Bahwa bisnis di bidang ini tidak, membutuhkan biaya besar,"kata Harry. Dan yang penting lagi bisnis ini bisa dikembangan dengan pola kemitraan, atau bahasa Harry dengan sistim member. Saat ini menurutnya, divisi-divisi usaha yang sudah dikembangkan JPG Technology antara lain Digital Imaging & Photography. Divisi ini menyediakan solusi usaha cetak digital, dengan dua konsep usaha yang ditawarkan yaitu jasa cetak digital & studio foto digital. "Kami melakukan riset sejak tahun 1999, sedangkan teknologinya kami adopsi dari teknologi inkjet printing serta kombinasi dari beberapa teknologi lainnya, sehingga kualitas cetaknya berkualitas baik dengan varian & media yang beragam, mulai dari photo paper hingga bahan kulit, keramik atau kayu,"papar Harry. Outputnya tentu bisa bersaing dengan photo lab yang sudah ada dan besar, dengan ongkos produksi jauh lebih murah. Dan yang penting lagi jika dibandingkan dengan berinvetasi di photo lab besar, return on investment (ROI) JPG, bisa lebih cepat. Selain itu JPG juga memiliki Divisi Sign System. Divisi yang dirintis sejak tahun 2000, mengembangkan teknologi baru bidang illuminated sign system, yang lasim disebut panel neon yang dapat menghasilkan efek pendaran/glowing, efek 3 Dimensi yang sangat eye catching dan menarik dengan ribuan spektrum warna hanya dengan menggunakan lampu biasa. Efek tersebut menurutnya tidak bisa dihasilkan menggunakan neon box atau neon sign. Dengan konsep down grading ini menurut Harry siapa saja yang menjalankan usahanya dipastikan memproleh payback period yang singkat. Kendati termasuk teknologi tinggi, dengan harga mesin yang murah, secara teknis kemampuannya tak boleh diremehkan. Menurut Harry mengoperasikan mesin ini termasuk mudah. Tanpalatar percetakan/advertising sekalipun dipastikan bisa melakukannya. Untuk itu bagi yang tertarik menjadi investor akan diberi pelatihan yang memadai serta dukungan dari manajemen JPG Technology. Herry juga menjamin keamanan investasi bagi membernya. Karena teknologinya sudah dipatenkan, maka akan sangat sulit bagi mereka yang hendak menjiplak teknologinya. Dengan menjual lisensi, dipastikan ada proteksi usaha bagi para mitra bisnisnya. "Saat ini kami sedang adakan program Master License dimana hanya diperbolehkan 1 Master License untuk tiap propinsi/kota besa,"kata Harry. Di bidang telekomunikasi, JPG tengah mengembangkan peluang usaha isi ulang pulsa elektronik dengan investasi yang sangat murah, mudah dan handal. Ada dua konsep usaha yang ditawarkan yaitu menjadi Agen Pulsa atau Dealer. Kelebihan system ini menurut Harry, seseorang dapat mengisi pulsa secara elektronik dengan multi nominal voucher, multi operator hanya dengan satu deposit saja. Deposit yang disimpan pun disesuaikan dengan kebutuhan pasar mitranya. Kelebihannya, kalau pulsa tidak digunakan, deposit ini tidak akan hangus. Berbeda dengan sistem voucher kartu yang memiliki expire date. Perangkat yang digunakam cukup dengan hand phone. Mengoperasikan usaha ini, dapat dilakukan di rumah, warung/toko, terminal, sekolah atau tempat lainnya. "Hanya dalam waktu yang sangat singkat saja member kami mencapai ribuan & tersebar keseluruh Indonesia. Untuk usaha pulsa ini, kami membangun portal sederhana dengan tujuan membantu interaksi & informasi lainnya antara peminat bisnis, member dan divisi support system kami,"kata Harry. Selain itu kini mereka juga tengah mengembangkan divisi Multimedia & Pendidikan serta food & beverage. Menurutnya konsepusaha Small Office Home Office (SOHO): ini yang sedang kembangkan dan ditawarkan kepada masyarakat, dengan harapan benar-benar dapat menjadi solusi usaha serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan menciptakan lapangan kerja yang luas. Harry mengakui sebelum semua produk diluncurkan, penelitian pasar adalah keharusan. Dengan penelitian diharapkan bisa mengetahui, trend permintaan pasar, trend teknologi, estimasi serta prilaku konsumen. Riset yang sama juga bisa membantu menyempurnakan produk, agar lebih berkualitas dengan harga yang terjangkau. Menurut Harry biasanya mereka menawarkan kepada para calon member lengkap semua paket, hardware & bahan baku awal sehingga pelaku usaha tidak perlu terlalu lama dalam mempersiapkan bisnisnya. Informasi mengenai feature paket dan produk bisa diakses melalui website perusahaan. Memang saat ini baru panel neon, divisi usaha sign system yang dikembangkan dengan sistem licensing (tanpa royalty). Dengan system ini menurut Harry, para mitranya bisa lebih fleksibel mengembangkan brand serta model managemen yang mereka inginkan. Namun tentu saja disesuaikan dengan kondisi lokasi usaha, karakter pasar dan lain-lain. Harry juga menambahkan karena target pasarnya berbeda maka setiap lokasi akan ditawarkan produk yang berbeda pula. "Kita sesuaikan apa yang menjadi on demand pada saat itu dan di lokasi tersebut,"katanya. Dengan begitu, member (partner bisnis) bisa lebih fleksibel mengembangkan serta mempromosikan produk unggulannya sesuai dengan kondisi pasarnya. Jadi tidak melulu harus mengikuti ‘induknya' seperti layaknya sistem franchise. Mengenai harga, Herry memaparkan, bahwa biaya paket usahaditentukan dari potensialnya usaha tersebut, produk yang dihasilkan, inovatifnya, solusi ekonomisnya, kualitasnya serta supporting systemnya. Respon calon pembelinya? Wow!!!. Terbukti, walaupun baru berjalan ± 4 tahun, jumlah membernya (kusus divisi digital imaging) mencapai lebih dari 500 orang di Indonesia dan Brunei. Apalagi di JPG Technology tidak dikenakan franchise fee serta royalty fee, tetapi member mendapatkan fasilitas & feature seperti layaknya pembeli franchise. Mengenai pertumbuhan usaha JPG Technology? Herry memaparkan, kemampuan tim riset dan pengembangan yang selalu kreatif menciptakan produk baru bisa membantu mempercepat pertumbuhannya. Dengan menawarkan peluang usaha prospektif kepada masyarakat dengan investasi yang terjangkau produk JPG sangat diminati pasar. Apalagi di saat semakin maraknya minat orang untuk terjun ke dunia bisnis yang murah dan prospektif maka dengan sendirinya mendongkrak kinerja JPG secra keseluruhan. Pada gilirannya member JPGT pun bertambah banyak. Fantastis memang. Dari beberapa membernya, ada yang sudah bisa balik modal hanya dalam hitungan minggu, seperti seorang partner mereka di Manokwari. Lebih cepat dari proyeksi Harry dan kawan-kawan. Namun, ini sangat kasusistis. Harry memperkirakan, return on investment biasanya diperoleh setelah beroperasi 6 bulan. Memulai Bisnis Bersama JPG Technology Majalah Pengusaha Edisi : 03 Feb 2006
|